Senin, 17 Januari 2011

Surat Dari IBLIS Padamu


 
Sungguh aku telah melihatmu kemarin…
Engkau memulai kehidupan seharian, engkau bangun dan pergi untuk bekerja tanpa memikirkan shalat fajar…!
Di kantor, engkau tidak peduli sama sekali tentang aturan halal haram, sebagaimana yang dilakukan oleh kawan-kawanmu…
Saat engkau pulang ke rumah, engkaupun menyantap makananmu tanpa menyebut nama Allah Sang Pemberi rizki kepadamu…
Juga tidak ada waktu untuk shalat Isya' sebelum tidur, meskipun kamu sempatkan nonton TV sampai engkau tertidur pulas …!

Engkau adalah seorang pengingkar nikmat dan penentang Pemberi nikmat. Aku sangat mencintaimu dengan kelakuanmu itu.
Kelakuanmu adalah salah satu sifat dari sifatku. Aku sangat berbahagia melihatmu hidup seperti itu.
Egkau adalah bagian dari diriku, dan aku adalah bagian dari dirimu.



Ingatlah, tahun-tahun telah berlalu, tahun berganti tahun, dan di antara kita ada hubungan intim selama puluhan tahun itu. Suatu persahabatan  yang sangat panjang…!
Meskipun demikian, aku tetap tidak mencintaimu.
Aku membencimu dengan segenap hatiku…dan memusuhimu dengan segenap raga dan jiwaku…
Allah telah mengeluarkanku dari sorga setelah aku berpaling dari nikmat-Nya, dan menolak sujud kepada bapakmu, Adam…!
Aku akan berusaha terus untuk menyesatkanmu dengan segala kemampuanku agar engkau sengsara bersamaku.


Terus terang, engkau tidak menggunakan akal dalam memahami hakikat kehidupan ini.
Betapa tidak, Allah telah membuka pintu sorga dan pintu taubat dari dosa untukmu…
Akan tetapi engkau justru menghadap kepadaku… engkau mengharap janjiku, yang itu hanyalah angan-angan, dan pasti akan menghantarkanmu ke neraka…
Terima kasih wahai kekasihku…!
Sungguh aku telah bersumpah kepada Allah untuk menyesatkan seluruh anak keturunan Adam, orang-orang sepertimu…
Aku ingin sekali melaksanakan keinginanku.
Agar aku yakin… bahwa engkau mentaati perintah-perintahku…


Itulah dia, hari-hari yang telah berlalu…!
Engkau beristighatsah, meminta pertolongan dengan ahli kubur… engkau menyandarkan diri kepada mereka saat terkena musibah…
Engkau suka mengerjakan yang bid'ah dan menyelisihi Nabimu serta perintah-perintahnya, karena tidak cukup puas dengan sunnah…!
Engkau berkelompok-kelompok (hizbiyyah ashabiyyah), dengan sebuah anggapan bahwa engkau membela Islam dan memperjuangkannya. Padahal kenyataannya, engkau melayaniku dengan membantuku menjauhkan manusia dari berpegang teguh dengan manhaj salafmu…
Engkau mendengarkan nyanyian-nyanyian…
Engkau melihat film-film…
Engkau kerjakan perbuatan-perbuatan keji dan hal-hal yang diharamkan…
Engkau melaknat manusia… mencuri… menipu… berkhianat… dan seterusnya…


Terima kasih kawan, atas semuanya. Sungguh engkau telah membahagiakanku.
Karena dengan entengnya engkau telah membuat murka Allah…!
Maka marilah sahabat… kita terbakar bersama-sama…!
Di hadapan kita masih banyak langkah untuk kita berdua.
Aku tertawa mengejekmu, saat melihatmu melakukan maksiat dengan disertai tertawaan yang memenuhi tempat tersebut, seakan-akan engkau menantang keagungan Allah…!
Aku menginginkanmu wahai kekasih, agar engkau menyebarkan kerusakan di antara manusia sesamamu…


Doronglah mereka untuk melakukan perbuatan maksiat dan dosa! Tuntunlah mereka, agar bermaksiat kepada Allah dengan segenap cara yang kau mampu! Sebarkanlah di antara mereka film-film dan nyanyian-nyanyian, serta berbagai permainan…!
Setiap kali engkau melihat seseorang beribadah kepada Allah, jangan lupa menghina mereka…
Mencemooh penampilannya, hingga engkau membuatku tertawa.
Maaf… aku sekarang ada urusan… aku akan meninggalkanmu, menyemangati orang-orang lain sepertimu. Cukuplah bagimu pasukanku setan-setan bangsa jin, kelak aku akan kembali.
Melanjutkan kerjasama kita, memikirkan langkah baru bagi maksiat baru…!


Seandainya engkau cerdas, tentu engkau akan lari dariku.
Kemudian engkau memohon ampunan kepada Allah dari dosa-dosamu.
Lalu engkau hidup dalam ketaatan kepada Allah di tahun-tahun akhir dari usiamu yang tinggal sedikit ini…!
Hingga engkau mendapatkan pahala serta kenikmatan iman, sebelum ridha Allah Subhanaahu wa Ta`ala yang abadi di dalam sorga… daripada engkau dilemparkan ke dalam neraka bersamaku selamanya.
Akan tetapi aku yakin… bahwa engkau lebih mencintaiku daripada kecintaanmu kepada Allah…!
Bahwasannya engkau lebih mendahulukan hawa nafsumu daripada ketaatan kepada Allah dan janji sorga yang masih jauh katamu.
Engkau adalah sahabatku yang terkasih…!


Yang menyesatkanmu,

TTD

Iblis yang terkutuk….    
  Pemimpin para Setan       

Jumat, 10 Desember 2010

PeNemu Benua Australia????

"Ketika melihat mayoritas penduduk australia sekarang kebanyakan memiliki kemiripan wajah dengan orang-orang eropa. sehingga tidak sedikit yang beranggapan bahwa penemu benua australia adalah bangsa barat. Satu nama yang terkenal yang dianggap sebagai penemu australia pertama adalah James cook. Pelaut inggris yang berhasil mendaratkan kapalnya di australia setelah terombang-ambing beberapa waktu di samudera hindia. Selain James Cook, berjejer nama-nama orang eropa lainnya yang dianggap sebagai pembuka koloni baru britania raya (sekarang inggris) di australia, sebut saja Wilem Janszoon, dan William Dampier. dengan presepsi inilah, dunia mengakui bahwa penemu benua  australia pertama adalah orang-orang barat.

TAPI BENARKAH ITU?

"Jika benar, kenapa mereka malah melakukan pembantaian terhadap penduduk asli australia (yang kita kenal dengan nama suku aborigin)?
"banyak yang kita belum ketahui tentang australia yang 'sebenarnya'. berikut akan saya kupas fakta-fakta seputar australia.....


"Semua pasti sudah tahu bahwa antara Bumi Nusantara dan Australia hanya dipisahkan oleh sebuah samudera luas bernama Samudera Hindia. Dahulu, samudera ini menjadi salah satu rute perjalanan favorit para pelaut untuk menjelajahi dunia demi mendapatkan komoditi tertentu. Tak terkecuali para pelaut Nusantara. Banyak pelaut Nusantara yang rela mengarungi samudera ini demi mendapatkan teripang sebagai komoditi ekspor.

"Salah satu kawasan yang menjadi penghasil teripang terbesar di dunia pada waktu itu adalah bagian utara australia. Hal inilah yang kemudian mengundang para pelaut Nusantara untuk berlayar ke kawasan tersebut. Belum ditemukan informasi pasti kapan pertama kali orang-orang Makasar tiba di australia, tapi menurut Peter Spillet hubungan Makassar-Australia sudah terjadi sejak Abad ke-11. Dengan demikian, orang eropa datang 700 Tahun lebih lama dibandingkan orang-orang makassar.

Hal yang menarik lainnya adalah hubungan yang terjalin antara orang-orang Makassar dengan masyarakat yang tinggal di Australia, suku aborigin. Berbeda dengan orang-orang eropa yang membawa senjata demi tegaknya sebuah koloni di Australia, orang-orang Makassar justru menjadi keluarga bagi masyarakat aborigin. banyak juga para pelaut Makassar yang jatuh hati dengan wanita suku aborigin dan menikahi mereka. Tercatat ada seorang kepala nahkoda pelaut Makassar bernama Hussein Daeng Rangka yang menikahi seorang putri kepala suku aborigin. dari pernikahan tersebut, lahir keturunan-keturunan bangsawan di kalangan masyarakat suku bugis.

"Dengan menggunakan kapal Pinisi yang melegenda dengan kecanggihan teknologi terbaik yang hingga kini dan diakui sebagai warisan besar bangsa indonesia. orang-orang Makassar melakukan perjalanan selama 6 bulan untuk bisa berangkat ke australia atau pun sebaliknya karena angin muson yang mendorong perahu mereka hanya bertiup setiap setengah tahun sekali.
 "Dalam satu kali perjalanan orang-orang Makassar bisa berjumlah seribu orang. Satu kali berlayar, ekspedisi membawa 30 hingga 60 kapal dengan jumlah penumpang setiap kapal mencapai 30 orang. Jumlah armada yang besar itu biasanya singgah sementara bersama-sama dengan penduduk pribumi sambil berniaga atau membangun komunitas.

"Hasil dari pembangunan komunitas itu adalah diterimanya pengaruh-pengaruh orang Makassar oleh masyarakat aborigin. contoh diterimanya pengaruh tersebut adalah banyak sekali warisan bagi masyarakat australia, dalam bidang linguistik, beberapa kata dalam bahasa Makassar diserap menjadibahasa pergaulan suku aborigin. Bahkan beberapa nama tempat di Australia diambil dari nama nahkoda kapal yang pernah singgah di Australia seperti Lemba Peo, Lemba Mammo DLL....

TERIMA KASIH........................ :D

sumber : majalah el-fata edisi 08 volume 10 tahun 2010